Dalam dimensi sudut barzah
Buyutku berlingdung pada stomata daun pakis
yang berjejer rapi menghias kali bening
lumut lumut basah oleh ludah
Berhentilah meludah!
Buyutku memang hanya menantu
tapi ia juga raja
yang memenda selendang rakyat
dari tanah ke atas bahu
Buyutku yang agung,
Adakah dulu kau melepas diri dari materi?
Memecahnya bersama pecah
Mengirisnya bersama iris
Adakah kau melebur materi bersama tanah?
Menguburnya dalam lemari
Menginjaknya dengan kepala
Buyutku,
Semoga kalu tak lagi materi
Sebab materi adalah bahan bakar neraka
Guluk-Gulu, 19 Februari 2010
Yang berharap membus sejarah dan waktu
Yang berharap bertemu dengan buyutnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Selama menikah, kejutan dari suami hampir bisa dihitung jari. Bagi saya yang memang agak sedikit cuek dengan hadiah, itu adalah hal wajar. N...
-
Dalam hidup kita membangun sebuah cerita. Ketika cerita itu berlalu ia berubah nama menjadi kenangan. Masing-masing kita memilikinya. Namun...
-
Perjalanan umroh kali ini begitu mengejutkan. Semua bermula dari gurauan bersama sahabat saya, Devi. Ia dan suaminya berencana umroh bersama...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar